Kusapa lembut mentari itu.Kujabat hangat kedua jemarinya dan kutatap dengan cinta kedua matanya.Aku hanya seorang yang miskin berbeda dengan remaja pada umumnya yang bermodal kekayaan.Tetapi,aku sangat berterimakasih atas hidayah Allah.Allah telah mengirimkan seorang malaikat penuh peluh dalam mengurusku selama ini.Bunda maafkan aku,karena hanya bisa memberi sekuntum bunga lili kesukaanmu.Dulu engkau selalu berpesan”Cinta,jagalah cinta dan kasih bunda karena suatu saat kasih dan cinta akan bersatu dalam hati bunda”.Aku hanya tertunduk lesu didepan pusara bunda,bunda telah menyandarkan kasih sayang tulus hingga akhir hidupnya.Kasih,jika suatu saat kau kembali Cinta dan Kasih bunda masih tersandar di hati Bunda hanya untuk engkau dan Cinta”kata Bunda untuk saudara kembarku Kasih.Setiap malam di dalam doa,aku berharap dapat mewujudkan harapan Bunda,karena aku yakin sesungguhnya tempat curhat yang terbaik adalah Allah,mungkin selama ini telah beribu doa dan permintaan ku limpahkan pada Allah,bahkan bila dibuat catatan sudah memenuhi satu buku.Aku bingung dimana aku harus curhat jika tidak dengan Allah.Sahabat akan membocorkan rahasia temannya sedangkan Allah tidak.Tapi sahabat adalah salah satu karunia terindah yang telah Allah berikan kepadaku.Saat Bunda tiada sahabat pula yang menghiburku.Aku yakin Bunda akan berkata “Bunda akan selalu menjaga kalian dari doa-doa yang telah kau kirimkan untuk Bunda di surga melalui Allah” pada aku dan Kasih saudara kembar yang telah lama aku rindukan.Suatu malam aku bermimpi,aku berada dalam istana yang indah dipenuhi awan kecil bunga-bunga dan cinta layaknya surga.Dibalik bunga-bunga aku melihat sosok rembulan yang selama ini aku sayangi yaitu bunda.Aku langsung berlari kecil memeluk bunda yang wajahnya dipenuhi cahaya dan pelukannya terasa hangat sama seperti dulu.Hai,cinta anak bunda,apa kabar sayang? Sapa bunda padaku.”Tentu saja cinta baik bunda tapi terkadang cinta kangen sama bunda”.
Sebelum Bunda meninggalkanku lagi,ia memberikan senyum manisnya sesambil melambaikan tangan tanda cinta dan kasihnya.Hari ini aku akan ke makam Bunda untuk mengantarkan lili putih kesukaanya serta membacakan Surah Al’Quran yang biasanya aku lakukan bersama Bunda saat Bunda masih hidup.Saat aku berada di makam bunda,aku melihat gadis yang sedang berdoa di makam bunda.Aku mendekati makam Bunda sambil mengintip Gadis itu,tak kusangka ternyata ia adalah Kasih saudara kembarku.Dari belakang aku langsung memeluk Kasih,tetapi Kasih berlari meninggalkanku menuju mobil sedan hitam di seberang jalan.Astagfirullah..Air mataku menetes di pusara Bunda,Kutatap lili putih segar yang tadi dibawa kasih untuk Bunda.”Bunda,kenapa Kasih menghindar dari Cinta?Apa Kasih benci pada Cinta?Tanyaku didepan makam Bunda.Jika aku ada masalah aku pasti cerita pada Bunda karena selama ini aku merasa Bunda masih berada didekatku dengan doa-doa yang aku kirimkan untuk Bunda dan tidak pernah meninggalkanku,aku menganggap makam Bunda adalah rumah baruku,jadi jika aku ada masalah aku bercerita di depan makam bunda.
Hari ini di sekolah ,anak-anak ribut membicarakan murid baru,aku penasaran siapa murid barunya?katanya sih dia kaya.Tapi,anak-anak juga pada belum lihat makanya mereka mengintip di ruang guru.Beberapa menit kemudian,anak-anak mengerumuniku sambil menatap bingung,”Ada apa sih,kok natapnya serem gitu?kataku.Putra langsung menjawab,”Astaga,kamu mirip banget sama Kasih anak baru itu!!!”Ya,Allah! Kasih!Dimana dia sekarang?Dia lagi di ruang guru tu.Aku berlari hingga ruang guru dan sesampai di ruang guru hanya letih yang kudapat,anak-anak bilang kalau Kasih sudah dijemput Mamanya.Sepulang sekolah aku pergi mengunjungi Bunda.”Bunda,ternyata Kasih sudah mempunyai keluarga baru.Tapi,Cinta janji demi Bunda Cinta akan membawa Kasih ke Bunda dan saat itu Cinta dan Kasih akan bersujud dan berdoa di hadapan Bunda dan Ayah.
Tanpa kusadari aku telah berada dalam ambulans yang membawaku.Sekelilingku hanya terlihat para suster seperti malaikat yang akan mencabut nyawaku.Sesampai Ambulans itu di rumah sakit para malaikat penolong segera bergegas menanganiku.Suara-suara berisik terdengar dari luar ruang perawatan.”Dok,Apa Cinta bisa selamat?”Cinta,harus segera di operasi tetapi resikonya cukup berat,jika operasi gagal ia akan mati,sedangkan jika berhasil Cinta akan lumpuh selamanya hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya.Semoga mukzizat Allah dapat menyelamatkan Kasih.Aku sangat mengenal suara lembut itu ia adalah Kasih saudara yang menjadi bagian hidupku.Sesaat dokter masuk dalam ruang perawatan dengan suara lirih diselingi nafas terengah-engah dari oxygen yang dipasang padaku,aku bertanya pada dokter apa yang terjadi padaku”Dok,apa yang terjadi pada saya?Mengapa saya berada di sini?”Kamu,menjadi korban tabrak lari,untung saja ada saudara kembar anda yang menolong”.Selama ini aku yakin kalau Kasih tidak pernah lupa pada aku dan bunda dia hanya menenangkan diri sejenak dan Allah pasti telah membuka hati kecil Kasih.Air mata yang menetes dari mataku membuat jiwaku hanyut dan lelap dalam ruang operasi yang kejam.Pisau dan gunting operasi seakan mengiris-ngirisku,aku hanya berharap dalam gelap ini aku bisa selamat dan menepati janjiku pada Bunda.Ya,Allah ijinkanlah aku menepati janjiku sebagai seorang anak pada Bunda.Lampu ruang operasi pun mati,dan aku segera dibawa oleh orang-orang berbaju putih dan memakai masker kembali ke ruang perawatan.Tak kusadari sudah 1 minggu aku tertidur lelap dalam keadaan koma.Hanya dengan lindungan Allah aku dapat selamat.Saat mataku berusaha membuka dengan perlahan awalnya mataku terasa gelap dan mulai terang saat cahaya yang berada di depanku memancarkan sinar.Ya,dia adalah Kasih yang menurut keterangan Suster yang merawatku,selama aku koma Kasih yang selalu setia menjaga dan menemaniku.Awalnya,Kasih hanya mengucap sepatah kata padaku yaitu”Cinta,maafkan aku”.Dengan suara terbata dan masih menghela nafas aku membalasnya”Sejak lama aku telah memaafkanmu dan kau tetap saudara terbaikku,Bunda juga selalu merindukanmu.Akhirnya hidayah Allah dating kepadaku,Allah telah membukan mata hatimu”Tangan lembut Kasih langsung mendekap badanku yang masih lelah dan dilapisi perban.Setelah menjalani perawatan yang cukup lama,akupun pulang dengan menduduki kursi roda ungu,tapi saat aku ingin bangun dari kursi roda itu kakiku tak mampu menopang tubuhku.Dengan kasih sayang Kasih langsung menangkap tubuhku yang oleng karena kakiku yang lumpuh.Tapi,aku tak terkejut apa yang terjadi pada diriku,karena aku memang telah menerima resiko yang ada,aku tau Allah telah memberi cobaan tak seberapa padaku daripada karunia yang aku terima selama ini.Sesampai di rumah Kasih, seorang wanita cantik menyapaku sapaanya begitu lembut seperti Bunda ternyata itu adalah Tante Clara Ibu yang mengangkat Kasih sebagai anak,Tante Clara salah satu hidayah yang telah Allah berikan kepadaku.Ternyata selama aku di rumah sakit Tante Clara telah mengurus surat-surat untuk mengangkatku sebagai anak dan mulai detik ini aku tidak akan berpisah lagi dengan Kasih,AlhamdulillahYa,Allah.Keesokan paginya Kasih dengan senyuman cintanya mengajakku ke Makam Bunda,dengan mobil sedan hitam aku,Kasih,dan ditemani Tante Clara menuju Makam Bunda.Tak lupa di tengah perjalanan aku dan Kasih membeli 2 ikat lili putih kesukaan Bunda.Di perjalanan aku berkata dalam hati”Bunda,sekarang Cinta telah bersama Kasih, Cinta akan menepati janji CintaTerimakasih Ya Allah tak terhitung berapa hidayah yang telah kau berikan kepadaku.Sesampai di makam dengan dibantu Kang Maman akupun menaiki kursi roda ungu itu menuju makam Bunda.Kesedihanku tak berarti dan tak sebanding dengan kesedihan Kasih,sepanjang perjalanan ia menangis menyebut nama Bunda.Di depan pusara bunda aku dan kasih meletakkan lili putih,kami membersihkan makam Bunda.Lalu aku dan Kasih berdoa dan bersujud di depan makam Bunda dan Ayah sambil mengatakan”Bunda Cinta Kasih untukmu,jadilah Bunda kami selamanya dan simpanlah senyum manis untuk kezdua anakmu ini”Terimakasih Bunda.Sayup-sayup burung berkicau seakan menjawab doa kami untukmu Bunda Sayang.Bersamaan dengan kepakan sayap indah merpati dan lantunan nama Allah,kupersembahkan sajak indah untukmu Bunda:
Bunda…..
Buaian kasih sayang tulus mengiringi jejak langkahmu
Nyanyian merdu mengalun bercampur tangisanku
Cinta kasih kau sandarkan di lubuk hatimu
Genggaman tanganmu diantara jari-jari kecilku
Kau peluk aku hingga aku tak merasa terpaan angin
Dalam gubuk ini kau merawatku hingga ku tak terjatuh
Batu nisan ini akan tetap kokoh berisi namamu
Kicau burung mengiringi kepergianmu
Hanya seikat lili kupetik untukmu
Lili tanda cinta kasihku Bunda
Doakan anakmu ini hingga kami dapat
Menjadi ibu yang tegar sepertimu hingga ajal menjemput
“CINTA DAN KASIH UNTUKMU BUNDA”
Itulah kata yang aku dan Kasih ucapkan untuk Bunda.Selamat jalan Bunda,Kau adalah malaikat kecil yang selalu ada dalam hidup kami selamanya.
Betapa aku tak menyadari karunia Allah selama ini.Andai aku dapat membayangkan ketika seorang ibu melahirkan seorang bayi
.Dengan mempetaruhkan selembar nyawa dan menunggu maut ia melahirkanku.Terkadang saat Bunda masih hidup,aku dan Kasih mengeluarkan lisan yang tajam higga menusuk hati Bunda.Bunda pernah menasehati aku dan Kasih semasa kami kecil”Jika kalian besar nanti dan Bunda telah tiada,kembalilah pada Allah karena sesungguhnya Allah adalah tempat kalian menceritakan keresahan kalian di dunia. `
Bunda lihatlah sekarang aku dan Kasih telah dewasa.Kami ikhlaskan kepergianmu ke surga.Ya,Allah hindarilah orang tua kami dari siksa api neraka.Walaupun telah berjuta kesalahan kami lakukan kami memohon maaf padamu Ayah dan Bunda.
Lembaran baru kuawali bersama saudara kembarku Kasih,hari pertama masuk sekolah kami mendapat tugas survey ke Pasar.Mungkin Kasih masih merasakan joroknya Pasar karna ia biasa merasakan kehidupan orang kaya.”Kasih,inget ga Bunda pernah bilang pada kita.Semua yang ada di Dunia adalah ciptaan Allah sehingga kita harus bersyukur walaupun kita tidak menyenanginya.
dengan rintih.Istigfar Mi,dibalik cobaan pasti akan ada hidayah yang Allah berikan padamu.Kata Kasih memberi semangat pada Ami.Mbak,gimana nasib Ibu disana?Tanya Ahmad kepada Ami.Mbak,ga tau mad.”Kalian tenang saja aku lagi berusaha menghubungi KBRI Karena Kasih mengoceh terus di pasar tanpa sadar Kasih menabrak seorang anak kecil berusia sekitar 11 tahun sambil membawa bakul besar berisi sayuran.’Maaf,mbak.kata anak itu.seharusnya aku yang minta maaf tapi,karena gengsi,Kasih membiarkannya.Sayur yang dibawa anak itu jatuh dan kotor.Saat itu seakan ada yang mengetuk pintu hatiku.Aku langsung meminta maaf mewakili Kasih.”Dek,maaf ya?Tadi ga sengaja.Aa.iya ga apa-apa kak.Anak itu seperti terkejut melihat kemiripan kami berdua.”Oh,ya Cinta bukannya kita mendapat tugas dari Pak Mahmud untuk cari narasumber,gimana kalau anak ini saja?”baiklah,aku setuju. Karena wawancara tidak bisa dilakukan dalam sehari dan Kasih alergi banget sama pasar,aku dan Kasihpun berkeinginan untuk menginap di rumah Ami. Ami tinggal di desa Titang di daerah Klaten,Jawa Tengah.Setiap hari Ami menuju pasar Serowot sejak shubuh menggunakan Angkot sambil memikul Bakul yang akan di gunakannya untuk mebawa barang di pasar.Padahal keuntungan tidak seberapa Tapi,apa yang mau di kerjakan lagi keterampilan saja tidak punya.Tidak terpikir sedikitpun dalam benak Ami untuk bersekolah. Kalau sekedar keinginan ada tapi,karena tuntutan ekonomi
membuat ia tak bisa bersekolah.Ayah Ami tidak mengakui Ami sebagai anaknya tapi,ibunya yang bekerja sebagai TKW di Abu Dhabi berusaha menutupi dari Ami.Ami hanya tinggal bersama seorang adiknya yang masih berusia 4 tahun.Jika Ami bekerja adiknya Ahmad di titipkan pada tetangga yang tidak jauh dari rumahnya.Atap rumah Ami hanya terbuat dari seng dan dindingnya terbuat dari kayu yang sudah lapuk.Pikirku,jika sekali terkena terpaan angin atau air hujan mungkin sudah roboh.Ini malam pertamaku dan Kasih menginap di rumah Ami banyak nyamuk,suara jangkrik terus ku dengarkan sepanjang malam karena aku dan Kasih tak bisa tidur.Kok,Ami kuat hidup seperti ini tanpa orang tua.Esok pagi,Kasih cerita padaku badannya pegal-pegal karena hanya tidur di sebuah tempat tidur kayu tanpa kasur,akupun begitu badanku sakit banget.Tapi,anehnya Ami dan Ahmad tetap senang walaupun hidup
serba kekurangan.Tidak seperti aku dan Kasih yang sudah sangat berkecukupan dan dikelilingi dengan orang-orang yang mencintaiku. Tapi masih saja mengeluh. Apa seorang Kuli Pasar tidak berhak dicintai dan mendapat kasih sayang dari Ayahnya sendiri?Yang Kasih saudara kembarku paling ga senang terjadi juga,aku dan Kasih terpaksa ikut Ami ke pasar karena untuk mewawancarai Ami ternyata aku dan Kasih harus ikut langsung ke tempat narasumber bekerja.Di pasar,Ami hebat sekali ia kuat membawa bakul besar berisi sayur,ikan dll.Aku baru bawa tas kecil saja sudah keberatan.memang aku harus mencontoh Ami.Kegiatan Ami bermacam-macaam bukan hanya bekerja sebagai kuli pasar ia juga bekerja sebagai pemotong ikan dan penggiling kelapa sungguh hebat anak seusia Ami sudah bisa melakukan pekerjaan berat apalagi ia perempuan.Karena seriusnya mencatat kegiatan Ami aku jadi tidak perduli pada baunya pasar.Aku dan Kasih sudah mulai beradaptasi dengan keadaan pasar dan aku juga mengerti berat pekerjaan Bi Minah.Selesai bekerja seharian dari subuh hingga sore hari Amipun menghitung pendapatannya tak kusangka pendapatannya tak sebanding dengan uang sakuku dan Kasih yang berpuluh-puluh ribu.Pendapatannya hanya 15 ribu.Cuma cukup untuk makan 2 hari.Karena aku tidak mau merepotkan akupun membelikan mereka makanan enak mungkin ini hanya terjadi sekali dalam hidup mereka.Ku lihat catatan laporanku dan Kasih,hanya tinggal beberapa lembar lagi selesai dan waktu aku untuk tinggal bersama Ami tinggal 2 hari lagi..2 hari itu terasa berarti bagiku tetapi tidak tahu derngan Kasih.Apakah ia merasakan sama sepertiku,aku membelikan mereka berdua mainan dan perlengkapan sehari-hari.Akhirnya tiba waktuku mengumpulkan tugas laporan wawancaraku.Ternyata laporan wawancaraku dan Kasih mendapat nilai tertinggi di sekolah.Tapi aku tidak perduli pada nilai Itu,aku masih memikirkan keadaan Ami dan Ahmad selanjutnya.Aku sudah mengganggap mereka sebagai adik kandungku sendiri.Tak berapa lama setelah kejadian itu Mama membaca surat kabar berisi berita tentang seorang anak yang bekerja sebagai kuli pasar disiksa ayah kandungnya sendiri.Ma,mana korannya, Cinta mau baca?kataku sambil menarik Koran itu dari tangan mama.Jantungku berdegup kencang ternyata anak itu adalah Ami dan Ahmad.Dasar ayah kejam!kataku marah dalam hati.Tentu saja ibu Ami tidak tahu karena ia sedang sibuk bekerja sebagai TKW.saat itu juga aku segera pergi ke rumah sakit Bhetesda Yogyakarta.Saat aku melihat keadaan Ami dan Ahmad tak mampu lagi aku membendung air mata.Badan mereka babak belur dan bengkak.Dengan terbata-bata Ami menceritakan apa yang terjadi padanya.Aku baru sadar selama ini,aku mempunyai orangtua yang baik dan hidup berkecukupan.Tidak seperti Ami,ayahnya mabuk-mabukan,sementara ibunya tidak pernah mengunjunginya sejak 5 tahun lalu semenjak bekerja di Abu bertanya pada Ami”Ami,lalu ayahmu tidak dihukum”Aku ga mau ayah dipenjara,aku hanya ingin kasih sayang ayah..walaupun ayah tidak mengakui aku sebagai anaknya.Lalu ibu kamu bagaimana?Ibu tak mengetahu hal ini,tapi aku selalu merasakan doa dari Ibu yang berusaha menguatkan aku dan Ahmad.Aku juga sudah bersyukur Alhamdulillah Allah masih memberikanku waktu untuk bersujud dan berdoa untuk kedua orang tuaku.Terimakasih Ya Allah.Apa selama ini kamu tidak mengetahui No.Telpon atau keberadaan yang tepat dari ibumu?”Ga,Mbak.Saat Ibu pergi ia hanya berpesan agar aku selalu sayang sama Ayah dan menjaga Ahmad.
Beberapa hari kemudian,Ami dan Ahmad telah keluar dari Rumah Sakit.Aku mengajak mereka tinggal di rumah untuk sementara waktu.Dibpagi harinya,Kasih!!Cinta!!Bangun..Ada apa sih ma?Ngagetin aja.Liat berita di TV itu gempa berkekuatan 8,7 scala richter mengguncang Abu Dhabi dan telah terjadi tsunami.Astaga ma,ibunya Ami kan berada disana.Cinta cepet catat no.telpon KBRI di Abu Dhabi nanti kita bisa hubungi dan nanya korban jiwanya”kata Mama.”Iya ma”.Tiba-tiba Ami dan Ahmad muncul di depan TV.Astagfirullah,Ibu!!Ya,Allah kenapa kau beri kami cobaan begitu berat.Kata Ami disaLna.Cinta berusaha menenangkan Ami dan Ahmad.”eh,nyambung ni telponnya!!!teriak Kasih.”Halo,dengan KBRI di Abu Dhabi?Saya ingin menanyakan keadaan dari Ibu Maimunah usia 46 tahun dan bekerja sebagai TKW disana.”Maaf,mbak.Kami belum selesai mendata semua korban jiwa yang selamat maupun meninggal”nanti kalau ada kepastian pasti kami menghubungi mbak”.Petugas KBRI berusaha memberi kepastian.Ya,sudah kalu begitu.Terimakasih Pak.”Bagaimana mbak??Petugas KBRI bilang bahwa mereka belum selesai mendata para korban,jadi kita harus bersabar.Tiba-tiba muncul berita di TV dikabarkan seorang TKW tewas terbawa tsunami.”Astagirullah apakah itu Ibu?
Kita berdoa saja kepada Allah semoga Allah member mukjizat kepada Ibu Maimunah.Ami dan Ahmad tak kuasa menangis dan bertanya dalam hati tentang keadaan Ibu mereka.”Lebih baik kalian istirahat dahulu nanti kalau ada kabar kakak beritahu”.ujar Kasih.Ami dan Ahmad kemudian diantar Kasih ke kamar.Hingga keesokan paginya belum ada kabar dari KBRI di Abu Dhabi,Ami dan Ahmad tambah khawatir kalau TKW yang meninggal kemarin adalah ibu mereka.
Kring….kring.suara telpon berbunyi.Cinta langsung cepat-cepat mengangkat telpon itu.”Halo”,bisa bicara dengan Mbak Cinta Wiratmaja?”Ini dari KBRI Abu Dhabi.
Iya..saya sendiri.Ada kabar apa,Pak mengenai nasib Ibu Maimunah disana?”Begini,Mbak menurut hasil data para pengungsi terdapat salah satu nama TKW dari Indonesia bernama Maimunah setelah kami telusuri ketempat pengungsian itu ternyata benar Ibu Maimunah.
Ibu Maimunah hanya berpesan untuk kedua anaknya agar tetap mendoakannya dan sabar menunggunya kembali.”Alhamdulillah,Pak.Kami keluarga di Indonesia sangat bahagia dan lega mendengar berita ini.”Baiklah kalau begitu terimakasih Pak atas kabarnya.Cinta langsung menutup telpon dan menyampaikan kabar baik ini kepada semuanya.”Mbak,jadi benar Ibu masih hidup?”Iya Mad,Ibu kamu masihhidup,Mukjizat Allah.”Terimakasoh,Ya Allah atas hidayah yang berlimpah yang engkau limpahkan kepada keluarga kami.”Lalu kira-kira kapan Ibu akan kembali kesini”.tanya Ami.”Tentu saja jika keadaan disana sudah mulai tenang”.Semoga Ibu pulang dengan selamat atas lindungan Allah”Aminn….
Malam harinya Ami bermimpi seperti membayangkan sosok seorang berjubah hitam mendekati ayahnya sambil membawa martil dan akan melukai ayahnya.Ami ingin menolong tetapi terhalang oleh pintu yang penuh api.Kira-kira apa yang terjadi?Ami langsung bangun dengan napas terengah-engah.Membayangkan bagaimana nasib ayahnya sekarang.Ami berharap semoga ayahnya segera mendapat hidayah dari Allah dan kembali ke jalan yang benar.
Keesokan harinya,Ami minta diantar ke Lembaga Pemasyarakatan tempat ayahnya ditampung.Saat sampai disana Ami melihat ayahnya sedang disiksa oleh tahanan lain.Tetapi,dengan sigap para Sipir penjara melerai perkelahian itu.Ayahpun keluar dan menemuiku.Ia langsung memeluk aku dan berkata”Nak,ayah minta maaf sama kamu dan Ahmad juga Ibu kamu,selama dipenjara ayah merasakan bagaimana sakitnya saat Ibu menangis menahan luka akibat pukulan ayah.
“Permisi mbak,waktu kunjungan telah habis”kata sipir penjara
“Ya,sudah kalau begitu yah.Ami pulang dulu.Besok ibu akan kembali ke Indonesia bersama rombongan TKW dari Abu Dhabi”kata Ami
“Salam dan permohonan maaf ayah untuk Ibumu ya,nak”kata Ayah
“Ya,yah nanti Ami sampaikan”
Amipun pulang kerumah dan bersiap-siap untuk menjemput Ibunya besok di Bandara.
Keesokan harinya
“Mbak Ami,ayo cepet kita ke Bandara.Ahmad udah kangen banget sama Ibu”
“Ayo,mbak juga sudah siap ni”kata Ami
Ami dan Ahmadpun berangkat ke Bandara diantar oleh Kasih dan Cinta
“Wah,Bandara ramai sekali,Ibu mana ya?kata Ami
“Mbak,itu bukannya ibu ya?kata Ahmad
Ahmad langsung berlari menghampiri seorang wanita yang memakai cadar’
“Ibu!”teriak Ahmad
“Nak,ini Ibu.Ibu kangen sekali sama kalian”’kata wanita bercadar yang ternyata adalah ibu Ami dan Ahmad
“Ibu,ada salam dari Ayah.Ayah juga minta maaf karena sudah bersalah kepada Ibu selama ini”kata Ami
“Sebenarnya dari dulu Ibu sudah memaafkan ayah kalian.Ibu hanya ingin ayah kalian mendapat ganjarannya saja”
Akhirnya,Ami dan Ahmad kembali berkumpul dengan Ibunya.Cinta dan Kasih turut bahagia karena bisa membantu mempersatukan keluarga itu.
-SELESAI-
By :Astrid Angela Ramadhani
Hak Cipta penulis Don’t Copas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar